"Berilah
orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak,
ajarilah orang
benar, maka pengetahuanya akan bertambah".
Hal yang tidak dapat kita
lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan Blind
Spot atau
titik buta. Kita bisa melihat Blind Spot tersebut hanya dengan bantuan orang.
Dalam hidup, kita butuh
orang lain untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita
seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.
Kita butuh orang lain untuk
menasehati dan mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu
yang keliru, yang bahkan kita tidak pernah menyadarinya.
Kerendahan hati untuk
menerima kritikan, nasihat dan teguran itulah yang justru menyelamatkan kita. Biarkanlah
orang lain menjadi “mata” kita, sehingga kita bisa mengetahui apa yang tidak
bisa kita lihat dengan pandangan diri kita sendiri.
Dengan kesalahan atau
disalahkan serta dipersalahkan atau bisa jadi dicari-cari kesalahanya, suatu
hal yang mungkin bisa terjadi pada siapapun, dimanapun dan dalam kondisi
apapun. Sebenarnya, di sinilah kita belajar tentang peluang, belajar megetahui
mana yang benar, tahu merasa malu, tahu cara berubah, diingatkan oleh situasi
dan orang lain untuk bertindak dan memperbaiki diri, mawas diri dan menjadi
lebih baik setiap harinya.
Apapun komentar dan nada
miring yang dapat mengoyak dada dan mneghantam sanubari yang menorehkan luka
mendalam, tidak boleh membuat kita menjadi terpuruk, hanyut, bahkan menyerah
begitu saja.
Dimanapun kita berada,
sesulit apapun keadaan kita, yakinlah bahwa kita sedang bergerak ke arah yang
lebih baik, peka terhadap keadaan, selalu terbuka untuk belajar dan diajar oleh
orang lain. Walaupun apa yang dirasakan terkadang sakit pada awalnya. Seperti minuman
obat yang tersa pahit, hambar di lidah, tapi sesudahnya badan kembali, hilang
entah kemana rasa pahit, tidak enak dan hambar yang dirasakan tadi.
Jadi, kita tidak perlu
takut menghadapi hidup ini, teruslah berbuat lebih baik dari waktu ke waktu. Dibalik
terpaan hujan salju, terbentang pelangi yang datang indah menjelang... -Aries Hamdani-